KARAKTERISTIK MASUKAN



Gambar 7 adalah karakteristik arus-tegangan masukan sebuah penyangga TTL. Untuk taraf tegangan masukan di sekitar 6,0 V, jalanmasuk-jalanmasuk emitor membandang (avalanche). Dalam kondisi ini sebuah jalanmasuk memiliki resistansi deret sangat rendah dan arus bandangan naik dengan cepat bersama tegangan masukannya. Untuk menghindari kerusakan yang permanen, sumber isyarat masukan harus memiliki batas 5,0 mA atau lebih kecil, ataupun tegangan masukan harus dibatasi  sampai 5,5 V. Pada tegangan masukan antara 2,0 Vdan 5,5 V, aliran arus hanyalah berupa arus bocoran masukan lIH, yang dijamin tidak akan melebihi  40 µA atau 50 µA, bergantung pada rumpum rangkaian, untuk satu jalanmasuk.



Kalau tegangan masukan turun dibawah 2,0 V, maka arus mulai mengalir dari jalanmasuk dan dengan cepat membesar kalau tegangan mengecil. Lereng karakteristik dalam daerah ini hanyalah kira-kira 200 ohm, yang menandakan bahwa bagian dari arus  berasal dari resistor gerbang yang sedang mengalir kedalam lewat pertemuan-pertemuan intern rangkaian. Ini menandai daerah transisi, sebab disuatu titik, transistor penyangga (buffer) tidak memiliki cukup arus basis untuk bertahan, dan jalan keluar memulai mensaklar dari RENDAH ke TINGGI.

Kalau tegangan maksimum turun dari kira-kira 1,0 V ke -0,5 V, lereng karakteristik menyamai resistor gerbang, dalam hal kita disini kira-kira 2kΩ. Kalau masukan turun sampai di bawah -0,7 V aruspun naik karena diode-dioda penutuh masukan menghantar. Gambar 8 mengemukakan karakteristik masukan sebuah rangkaian LS-TTL. Lumrahnya dadalan (breakdown) diode masukan adalah besar dari 15 V, dan diatas 1,5 V arus bocoran masukan dapat diabaikan. Kalau tegangan masukan jatuh di bawah 1,3 V, arus gerbang mulai mengalir keluar jalanmasuk, menandai daerah transisi.

Pada tegangan masukan diantara 1,0V dan -0,3V, karakteristik   I-V   memiliki lereng yang menyamai resistor gerbang 24kΩ. Dioda penutuh (clamping) menghantar, dan arus naik dengan cepat kalau tegangan masukan mendekati ca.  -0,3 V. diode-dioda tutuh dalam LS-TTL betujuan hanya untuk menindas arus-arus kilasan (transients) dan tidak boleh digunakan untuk penutuh dalam kondisi siap (steady state) dalam terapan-terapan antar-tatapan (interface). Arus tutuh yang melampaui 2,0 mA dan selama melebihi  500 ndet dapat mengaktifkan transistor npn menyamping parasit ( parasitic lateral transistor). Sebaliknya ini akan dapat mencuri arus dari perut-perut rangkaian LS dan menyebabkan kekeliruan logika. Kapasitas efektif jalanmasuk TTL adalah 5,0 pF, pada DIP. Pada jalanmasuk yang melakukan lebih dari satu fungsi intern, tiap fungsi tambahan menambahkan 1,5 pF.




Baca selengkapnya tentang Karakteristik TTL 

No comments:

Post a Comment