Dalam rumpun-rumpun TTL yang lebih baru
terdapat banyak rangkaian yang memiliki jalanmasuk kemudi tambahan, dimana salah
satu transistor akhir dapat dilumpuhkan (disabled), yaitu transistor penerik ke
atas (pull-up) ataupun transistor penarik kebawahnya (pull-down).
Kondisi ini disebut status impedansi tinggi (high Z) dan memungkinkan untuk menghubungkan berbagai jalankeluar rangkaian-rangkaian pada satu bus data atau saluran. Gambar 14 adalah sebuah jalankeluar 3-status lumrah, memiliki rangkaian penarik-ke-atas dan penarik-ke-bawah yang mirip dengan di Gambar 4.
Kondisi ini disebut status impedansi tinggi (high Z) dan memungkinkan untuk menghubungkan berbagai jalankeluar rangkaian-rangkaian pada satu bus data atau saluran. Gambar 14 adalah sebuah jalankeluar 3-status lumrah, memiliki rangkaian penarik-ke-atas dan penarik-ke-bawah yang mirip dengan di Gambar 4.
Perbedaan yang terpenting adalah bahwa
fungsi mampu (enable function) dihubungkan lewat diode ke basis Q3. Isyarat RENDAH
yang ada pada enable menyumbat Q2 dan juga Q3, jadi melumpuhkan rangkaian
penarik ke-atas maupun penarik ke-bawah. Dalam kondisi lumpuh, jalankeluar
sudah diuji pada 2,4V (IOZH) dan pada 0,4V atau 0,5V (IOZL)
guna meyakinkan bahwa mereka tidak akan membebani dengan berlebihan data
busnya. Kalau rangkaian berada dalam ragam dwistatus (bi-state mode) (yaitu
sedang mampu), maka karakteristik TINGGI dan RENDAH adlah sama seperti
rangkaian-rangkaian tipe lain yang memiliki kemampuan menggerak yang sama.
Baca selengkapnya tentang Karakteristik TTL
Baca selengkapnya tentang Karakteristik TTL

No comments:
Post a Comment